Tempuran, 9 Maret 2026 โ Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Kemutuk, Kecamatan Tempuran pada Senin (9/3) sekitar pukul 13.30 WIB menyebabkan terjadinya tanah longsor di Dusun Kemutuk. Longsor terjadi di dua titik dan mengancam sejumlah rumah warga.
Berdasarkan laporan dari Kepala Dusun Kemutuk, Azhar, longsor pertama memiliki lebar sekitar 12 meter dengan tinggi tebing mencapai 9 meter. Peristiwa tersebut mengancam tiga rumah warga dengan total tiga kepala keluarga atau sekitar 10 jiwa. Rumah yang terdampak merupakan milik Bapak A. Baitul Muqodas (3 jiwa), Bapak Romazin (4 jiwa), dan Bapak Ahmadi (3 jiwa). Akibat longsoran tersebut, tembok batako rumah milik Bapak A. Baitul Muqodas dilaporkan ambrol.
Sementara itu, longsor kedua terjadi dengan lebar sekitar 4 meter dan tinggi sekitar 5 meter. Longsor ini mengancam satu rumah milik Bapak M. Faiduddin yang dihuni lima jiwa. Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan pagar dapur rumah milik warga tersebut mengalami kerusakan.
Selain kerusakan bangunan, kondisi ini juga menimbulkan potensi ancaman lanjutan. Di bagian atas tebing pada titik longsor pertama terdapat rumah milik Bapak Ahmadi yang berpotensi terdampak jika terjadi longsor susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Saat ini kebutuhan mendesak di lokasi kejadian antara lain plastik atau terpal untuk menutup area tanah yang longsor guna mengurangi risiko pergerakan tanah lanjutan akibat air hujan.
Upaya penanganan darurat telah dilakukan oleh Kepala Dusun, Ketua RT, Ketua RW, serta warga setempat. Warga bersama aparat lingkungan melakukan pemindahan barang-barang dari rumah yang berada di area rawan serta melakukan pembenahan aliran selokan dan aliran air hujan di sekitar lokasi longsor.
Camat Tempuran, Suparyanto, SH, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta warga yang tinggal di daerah perbukitan atau dekat tebing untuk lebih memperhatikan kondisi tanah di sekitar rumah.
โWarga kami minta tetap waspada, terutama yang rumahnya berada di dekat tebing atau lereng. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama dan muncul tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan tanah atau longsoran kecil, sebaiknya segera mengamankan diri dan melapor kepada pemerintah desa atau aparat setempat agar dapat segera ditangani,โ ujar Suparyanto.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah desa, perangkat wilayah, dan masyarakat sangat penting untuk melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah dampak yang lebih besar apabila terjadi bencana susulan.
Hingga saat ini kondisi masih dalam penanganan sementara oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat, sambil terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Laporan kejadian ini disampaikan oleh Kepala Dusun Kemutuk, Azhar, berdasarkan informasi dari warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
